Menu Content/Inhalt
Home arrow Berita Utama arrow Lantaran Kelapa, Petani Pineleng Dicincang saat Tidur
Lantaran Kelapa, Petani Pineleng Dicincang saat Tidur PDF Print E-mail
Monday, 15 March 2010

-Motif Berawal dari Buah Kelapa

-Dua Tersangka Anak Penjaga Kebun

POSKO,MANADO—  Hanya lantaran mengambil buah kelapa untuk diminum bersama istri di kebun tetangga. Slamet Suadi (26) warga Desa Koka Dusun V Kecamatan Pineleng, nyaris berkalang tanah.
Slamet yang tengah asyik bobo bareng dengan Elsje Sasihiang (25) istrinya, dicincang dengan samurai oleh dua kakak beradik, FW alias Fian (20), AT alis Aten (20) warga Kelurahan Teling. Aksi berani yang dilakukan anak penjaga kebun tersebut berlangsung di kamar korban, Minggu (14/3) sore sekitar pukul 15.30 Wita. Sampai tadi malam, polisi masih mengejar kedua tersangka yang kabur pasca kejadian.
Menurut Elsje (istri korban,red) kepada wartawan Mapoltabes Manado, ikhwal persoalan yang menimpa suaminya itu bemrula ketika sehari sebelum kejadian, atau Sabtu (13/3), Elsje bersama suaminya pergi ke kebun untuk mencari kayu bakar yang akan digunakan untuk memasak. Di tengah kawasan perkebunan, Elsje dan Slamet suaminya dilanda kehausan.   Slamet akhirnya memutuskan untuk mengambil buah kelapa di atas lahan perkebunan yang dijaga kedua orang tua tersangka. “ Torang kwa so aus, kong ada ambe itu klapa mar waktu kita pe laki (korban) ada ambe buah kelapa, torang ada minta izin pa itu tersangka pe mama, ternyata dorang simpan dendam,” tukas Elsje sambil menunjukan darah suaminya yang masih membekas di baju. Tak dinyana, air buah  kelapa yang diminum bersama suaminya justru berujung nestapa. Itu nanti terjadi keesokan harinya, setelah kedua tersangka mendengar kabar bahwa Slamet memanjat buah kelapa di kebun yang dijaga orangtuanya. “Kita kage waktu ada tidor, dorang dua   kakak ade langsung maso kamar kong potong kita pe laki yang ada tidor,” kata aku Elsje. Beruntung, tebasan samurai  kedua pelaku hanya melukai  kaki kanan korban karena keburu diketahui Elsje yang terjaga dari tidur dan berteriak meminta pertolongan warga. Kedua tersangka yang tak ingin digebuk warga, langsung  tumingkas meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Wolter Monginsidi Teling, guna menjalani perwatan tim medis, akibat pendarahan.  Kapoltabes Manado Kombes Pol Aridan J Roeroe melalui Ka SPK Plug C Iptu Jantje Supit dikonfirmasi menuturkan, jika tersangka langsung tumingka meninggalkan lokasi kejadian,” Saat kami mendatangi TKP para pelaku sudah tidak ada, sedangkan kasus ini masih dalam penyidikan,” ujarnya singkat. (725)
 
< Prev   Next >