| 18 Perempuan Sulut Korban Trafficking Papua Pulkam |
|
|
|
| Monday, 15 March 2010 | |
|
POSKO, MANADO—Setelah melakukan koordinasi dengan Polresta Jaya Pura, Sabtu (13/3) sekitar pukul 14.30 Wita 18 gadis asal Nyiur Melambai trafficking akhirnya tiba di Manado. Didampingi Kanit PPA Polda Sulut Kompol Nonie Sengkey bersama timnya Keke-keke cantik menumpangi jasa penerbangan Lion Air.
Sekadar diketahui, ke-18 gadis ini menjadi korban trafficking di Blue Diamond Club, Papua. Sebelum dijemput petugas Polda Sulut, mereka telah diamankan terlebih dahulu oleh Polresta Jaya Pura pada Kamis (11/3). Sayang, para korban tak bisa membawa kembali barang-barang mereka. Pasalnya, pintu pagar Pub beralamat di Jalan Baru Kota Raja Jayapura sudah dalam kondisi terkunci saat korban dengan pengawalan ketat petugas Polres Jaya Pura hendak mengambil barang-barang sebelum bertolak ke Manado. Sekitar 1 jam korban menunggu di pintu pagar tiba-tiba muncul kuasa hukum pemilik Blue Diamond Club, Gultom SH dan Muslimin SH MH. Ironinya, keduanya pengacara ini berusaha menghalang-halangi pemulangan ke 18 korban trafficking asal Sulut ini. Karuan saja, kedua pengacara ini terlibat adu argumentasi dengan AKP Olly Lomboan dari Unit PPA Polda Sulut dan Kanit Opsnal Reskrim Polresta Jayapura Ipda Unding Alimudin SSos. Mereka bahkan sempat menelpon Komnas HAM karena merasa tindakan yang dilakukan Polda Sulut dan Polresta Jayapura melanggar hak asasi manusia, yaitu menghalangi korban mencari nafkah. Beberapa korban terhasut dan sempat mengurungkan niat untuk kembali ke Manado. “Ini tak bisa dibenarkan, polisi tak punya surat lengkap untuk membawa mereka ke Manado. Sebenarnya mereka berstatus apa, tersangka, korban atau saksi,” tukas Gultom dengan nada tinggi. Sebanyak 12 orang korban menuliskan nama mereka termasuk 5 orang yang dari luar Sulut. Keadaan mulai memanas saat Kapolresta AKBP Imam Setiawan Sik bersama Kasat Reskrim Polresta Jayapura AKP I G. G Era Adinata Sik mendatangi lokasi kejadian. Dengan tegas Kapolres Jayapura langsung memerintahkan personilnya membobol pagar Blue Diamond Club dan menyuruh korban untuk mengambil barang-barangnya. Tanpa perlawanan 18 korban yang sudah pasti kembali ke Sulut langsung mengepak barang-barang. “Pemulangan ini karena adanya koordinasi antara Polda Papua khususnya Polresta Jayapura dan Polda Sulut,” tutur Imam Setiawan. Dia pun mengatakan, pihaknya akan membantu Polda Sulut mengungkap eksploitasi perempuan Sulut di Papua. “Ini yang namanya sinergitas dalam kepolisian,” tuturnya, sembari menambahkan untuk korban trafficking asal Jawa pun akan segera dipulangkan. Sementara Kapolda Sulut melalui Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Benny Bella menuturkan kasus ini belum ditutup. “Pengembangan akan terus dilakukan, kerja sama dengan pihak kepolisian daerah yang menjadi tujuan trafficking serta stakeholders daerah,” ujarnya. (725) NAMA (SAMARAN)/ ALAMAT KORBAN TRAFFICKING Nona (32) – Paal II - November 2009 - Menikah Lilis (27) – Kotamobagu – Februari 2010 - Menikah Dea (30)– Kotamobagu – Oktober 2009 - Menikah Ika (23)– Kotamobagu - Januari 2010 – Belum Menikah Selvi (35)– Kotambobagu – Januari 2010 – Belum Menikah Fany (28) – Tondano – Oktober 2009 - Menikah Cintia (24) – Tondano – Oktober 2009 – Belum Menikah Nadia (20) – Wonasa – November 2009 – Belum Menikah Niky (29) – Tumaluntung – Januari 2010 - Menikah Dea (30) – Paniki – November 2009 - Menikah Livi (29) – Tondano – November 2009 – Belum Menikah Kiki (22) – Kotamobagu – Januari 2010 - Menikah Anti (23) – Minahasa Selatan – Januari 2010 – Belum Menikah Egi (24) – Kotabangun – Februari 2010 - Menikah Citra (24) – Bolmong – Januari 2009 – Belum Menikah Cindy (23) – Bitung - Januari 2010 - Menikah Dewi (34) – Likupang Timur – Januari 2010 - Menikah Fay (32) – Kotamobagu – Januari 2010 - Menikah YANG KABUR Audy (19) – Dumoga – Januari 2010 Rani (28) – Dumoga – Januari 2010 MASIH BERTAHAN DI PAPUA Bunda Rena (28) – Bitung – Februari 2010 Bunda Tika (33) – Amurang – Februari 2010 Tasya (27) – Dumoga – Januari 2010 |
| < Prev | Next > |
|---|


