| SI JAGO MERAH MENGAMUK DI PASAR GIRIAN |
|
|
|
| Monday, 15 March 2010 | |
|
Balita Nyaris Terpanggang,8 Bangunan Rata Tanah
POSKO, BITUNG—Kebakaran hebat melanda kawasan pertokoan di pasar Girian, Minggu (14/3) sekitar pukul 08.30 Wita. Alhasil, 8 bangunan rata tanah. Yakni toko emas, toko sepatu masing-masing satu bangunan, empat rumah makan, counter HP serta satu depot pengisian air minum. Dalam peristiwa itu, seorang bayi nyaris terpanggang hidup-hidup. Informasi dihimpun menyebutkan diduga sumber api dari setrika listrik serta hubungan arus pendek di salah satu rumah terbakar. Salah satu saksi mata menceritakan api sudah menyala dari bagian atas rumah.“Torang pertama ada lia api so menyala di salah satu bagian atas bangunan yang ada di situ, kage api menyala capat,” ujar Sonny Supandi, warga Girian Atas. Warga di kawasan tersebut kpanik karena kobaran api beitu cepat. Ditambah suhu udara yang panas serta tiupan angin. “Torang tako jang kanal pa torang pe rumah deng toko karena ini api capat skali,” aku salah satu warga sekitar. Peristiwa ini tidak menelan korban, Meski ada seorang balita dari pemilik toko dan rumah makan (RM) yang berada di dalam ruangan langsung diselamatkan ibunya, “Untung kita pe anak kita cepat bawa keluar dari kamar, kalo nyanda bagini so tabakar” kata ibu pemilik rumah makan Silco dengan wajah yang sedih dan panik. Setengah jam kemudian 3 unit mobil pemadam kabakaran (damkar) berusaha memadamkan api, namun api yang berkobar melalap setiap bagian pertokoan belum langsung bisa dipadamkan. Akibatnya sebuah toko emas, 4 empat buah rumah makan, depot air minum, counter Hp dan toko sepatu tak bisa diselamatkan, termasuk sebuah brankas dari toko emas Wijaya yang tidak bisa dievakuasi. Pasalnya, ketiga mobil damkar milik Pemkot Bitung tidak bisa bekerja maksimal karena kondisi mobil serta peralatan yang sudah tua dan sering rusak (macet) sehingga sangat menghambat aksi petugas pemadam kebakaran memadamkan api. Sementara bantuan mobil unit pemadam kebakaran dari PT Pelindo yang datang belakangan meski terbilang sangat membantu namun tak bisa secara cepat memadamkan kobaran api meski telah dibantu oleh warga sekitar. Akibat peristiwa ini, kerugian yang dialami diperkirakan sekitar Rp 1 miliar. Hingga saat ini polisi masih belum bias membeberkan penyebab hingga terjadi kebakaran. “Belum bisa diketahui asal api dan penyebabnya,” jelas Kabag Ops Polres Bitung, Kompol Moch Zamroni yang diiyakan oleh Kasat Reskrim, AKP Semuel Kayangan.(711) |
| < Prev | Next > |
|---|


