| MEYINGKAP SKANDAL ‘HUGEL’ LINTAS PEJABAT DI SULUT (1) |
|
|
|
| Monday, 15 March 2010 | |
|
Antara Wadah Pemuas Nafsu Seks atau Puber ke-Dua Selingkuh atau kini trend disebut Hubungan Gelap (Hugel), bukan lagi hal tabu di kalangan masyarakat. Semua bisa terlibat di dalamnya, bahkan ada yang terpaksa hancur kehidupannya gara-gara Hugel. KATA-kata ‘semua bisa’ terlibat hugel, dapat di artikan siapa saja di antara kita. Baik anak muda, orang tua, bahkan para tua renta. Statusnya pun beragam, ada sopir, tukang ojek, pedagang, pegawai swasta, PNS, bahkan pejabat yang kali ini akan dikupas tuntas tim POSKO sisi menariknya. Di daerah kita ini, hugel begitu santer. Antara pejabat dengan masyarakat biasa, pejabat dengan bawahannya, serta lintas pejabat yang beberapa di antaranya kini menjadi buah bibir masyarakat. Kok bisa? Hasil penelusuran sementara, memang tak ada melarang orang saling menyayangi dan mencintai. Namun ketika itu mulai melenceng dari norma dan kaida hidup beragama serta tatanan sosial, maka tercela dan celakalah jadinya. Sudah begitu parahnya sorotan atau bahkan cibiran yang akan diterima, eh ada-ada saja yang nekat bersiasat untuk tetap dapat melakoni kisah hugel. Itu dipermudah dengan fasilitas, yang jika itu terkiat pejabat (meski tidak semua), maka hugel bukanlah hal yang sulit. Sering keluar daerah dengan alasan dinas, rapat, uang jalan yang selalu tersedia, atau ada juga mobil dinas yang bisa digunakan sebagai fasilitas pendukung aksi hugel. Tanpa maksud menyinggung para pejabat kita di Sulut yang sebagian besar mangaku religius dan takut Tuhan atau kemudian timbul istilah suami takut istri. Tetapi fakta yang sulit terbantahkan, setumpuk berkas penanganan kasus hugel di kepolisian, yang mencantumkan nama-nama pejabat penting. Berbagai alasan menjadi motif berpaling dari kesetiaan terhadap kekasih atau istri, di antaranya sekadar pemuas nafsu seks bagi mereka yang hobi berkelana dan mencicipi nikmatnya seks terselubung. Dan khususnya beberapa pejabat yang sudah uzur dan sebentar lagi memasuki masa penisun, lebih disebabkan munculnya masa puber ke-Dua setelah sekian lama menikah bahkan punya ada dan cucu.(bersambung) |
| < Prev | Next > |
|---|


