Menu Content/Inhalt
Home arrow Berita Utama arrow Pasca Dulmatin Tewas, Perbatasan Sulut dan Filipina Dijaga Ketat
Pasca Dulmatin Tewas, Perbatasan Sulut dan Filipina Dijaga Ketat PDF Print E-mail
Thursday, 11 March 2010
POSKO, TAHUNA–Teroris kelas wahid Dulmatin meski dikabarkan telah tewas dalam aksi baku tembak dengan aparat di ruko Multiplus Pamulang, Tanggerang Selatan. Namun di Polda Sulut tetap siaga.
Terutama di pulau-pulau kawasan perbatasan. Pengamanannya langsung ditingkatkan.
Aparat berwajib yang ditugaskan di wilayah Nusa Utara dan sekitarnya, terus mengontrol aktivitas pelayaran armada kapal laut. Apalagi daerah perbatas diduga dijadikan lintasan teroris dari negara Filipina khususnya wilayah Mindanao sebelum masuk ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Koordinasi dengan pihak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) yang bertugas di pulau-pulau mengontrol keamanan negara secara menyeluruh,” ujar Kapolres Sangihe AKBP Agung Julianto SIK MSi kepada wartawan.
Tindaklanjut pelaksanaannya yakni semenjak ditangkapnya sejumlah oknum teroris di Banda Aceh dan Pulau Jawa dalam sepekan terakhir. Wilayah strategis dan terhubung langsung dengan perairan laut luas, dimungkinkan mereka melintasinya dengan menggunakan sarana transportasi laut.
Pengamanan serupa juga dilakukan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL), Mereka juga memantau perairan laut luas oleh kapal laut dari negara asing. Begitu dengan pelintas batas, Julianto menambahkan, pihaknya berkoordinasi instansi terkait yang menanganinya. “Pihak Imigrasi berkewenangan. Memeriksa dokumen pelintas batas,” pungkasnya. (702)   
 
 
< Prev   Next >