Menu Content/Inhalt
Home arrow Berita Utama arrow MENGUAK BISNIS SEX DUNIA MAYA (3)
MENGUAK BISNIS SEX DUNIA MAYA (3) PDF Print E-mail
Thursday, 11 March 2010
Pingin High Class atau yang Obral?  

Peluang bisnis prostitusi melalui layanan jejaring sosial Facebook (FB) dengan lokalisasi Pekerja Sex Komersil (PSK) terselubung di dalamnya, sangat memudahkan para penjahat kelamin alias pria hidung belang leluasa menebar jaringnya untuk mendapatkan pemuas nafsu.

MANARIK, kelanjutan penelusuran POSKO untuk menguak bisnis sex dunia maya. Terungkap banyak yang laik dikonsumsi masyarakat sebagai peringatan sekaligus pembuktian. Sudah seperti inilah perkembangan zaman yang telah tiba di era digital dengan segala konten menggiurkan.
 Kembali menerawang ‘bisnis lendir’ ini di situs FB yang begitu populer, ketika kita telah berhasil dikonfirmasi sebagai teman atau anggota akun berbau penyedia layanan sex, maka semakin muda pula untuk masuk dan mendapatkan apa yang diinginkan, terutama jika niatannya untuk mencari wanita pemuas nafsu.
Seperti yang berhasil digaet untuk mengetahui seluk beluk bisnis ini, pertemanan dengan seorang gadis berusia 20 tahunan, awalnya disambut dengan kupas tuntas siapa, alamat, dan aktivitas saat ini. Disamarkan bernama ‘Gadis’ saja, tanpa malu-malu menawarkan kehangatan tubuhnya yang tampak dari foto profil FB di layar monitor komputer, cukup aduhai.
Beralamat di sekitaran Kabupaten Minahasa Selatan, Gadis mengaku siap melayani selama masih di seputaran tempat ia beroperasi saja. Itu pun dengan angka yang tak bisa ditawar lagi. Rp500 ribu untuk sekali berlelah di atas ranjang. ‘’Ya so bagitu noh depe harga. Iyo kwa, pas kita ada perlu doi ini,” (Ya sudah begitu harganya. Iya saja, kebetulan saya sedang perlu uang sekarang).’’
Gaya Gadis tahan harga ketika tim menawar-nawar. Dengan angka itu, apalagi tuntutannya diluar biaya kamar dan harus sedia minuman keras bermerk, Gadis bisa disebut tergolong High Class, jika dibandingkan dengan ‘Cantik’, penjaja sex lainnya di lokasi yang sama.
Hanya ditawari minum dan mabuk bersama, gadis yang tampaknya rela obral murah ‘barang mewahnya’, mau sampai kelelahan pun bisa. ‘’Mar kase akang doi pulsa deng mo bayar akan ojek pulang neh,” (Asal beri uang pulsa dan biaya ojek), katanya melalui layanan chating FB. (bersambung)
 
< Prev   Next >