| Dicurigai Selingkuh, Leher Istri ‘Dipenggal’ Pria Kotamobagu |
|
|
|
| Wednesday, 10 March 2010 | |
|
- Suami Korban Sempat Lari dan Hendak Bunuh Diri
POSKO, KOTAMOBAGU— Amarah yang tak bisa dikendalikan lagi, membuat AP alias Agus (52), pria parubaya asal Kelurahan Mongkonai Kecamatan Kotamobagu Barat, Kotambagu, gelap mata. Agus nekat menebas leher Lun Mamonto (45) istrinya, Selasa (9/3) dinihari kemarin, yang disangka sering berselingkuh dengan pria lain, hingga nyaris putus. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Agus yang sudah tidak tahan dengan pergunjingan orang akan isterinya, akhirnya mengambil tindakan tegas. Namun, hal itu ternyata nyaris menghilangkan nyawa sang isteri yang sudah hidup dengannya puluihan tahun, bahkan kini sudah memiliki Lima cucu. Kejadian itu berawal ketika keduanya pulang usai mengikuti sebuah pesta tak jauh dari rumah mereka. Setibanya di rumah, Agus yang ingin memperjelas informasi yang berkembang di luar jika isterinya sering berselingkuh, tidak digubris. Agus marah. Keduanya pun sempat cek-cok terjadi pertengkaran hebat, hingga sempat menghebohkan sekitar tempat tinggal mereka. Emosi yang sudah memuncak di kepala Agus, tiba-tiba meraih sebuah parang dan langsung mengayunkan ke arah leher korban. Tidak sekali, tetapi berkali-kali, dua di antaranya melukai leher samping kiri dan bagian belakang kepala. Lun jatuh dan tak sadarkan diri dengan darah segar mengucur deras. Warga yang mengetahui telah terjadi hal tragis, berusaha menyelamatkan Lun. Namun Lun didapati sudah dalam kondisi kritis, dan seketika itu pula langsung dibawa ke Rumah Sakit Datoe Binangkang. Kabarnya, akibat luka yang cukup serius, Lun dirujuk ke RSUP Kandou Manado. Kapolres Bolmong, AKBP Gatot Tri Suryanta Msi, ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Denny Budhiono SIK, mengakui Agus sudah berhasil diamankan di Mapolres Bolmong. Namun sebelum ditangkap di kawasan pegunungan Mongkonai, Agus dipergoki akan bunuh diri, diduga stres telah berlaku sadis kepada istrinya. ‘’Tapi kami sudah amankan dan kini sedang menjalani pemeriksaan serius,” kata Budhiono. (708) |
| < Prev | Next > |
|---|


