Menu Content/Inhalt
Home
Bitung Geger, Kelamin Ibu dan Anak Ngeseks Tak Bisa Copot PDF Print E-mail
Thursday, 29 July 2010
-Informasinya Beredar Sejak Senin Lalu
-Kapolres Bantah, Wartawan Terus Investigasi

POSKO, BITUNG—Selama dua hari Kota Serba Dimensi Bitung diisukan dengan berita yang cukup menggemparkan. Apa itu? Terbetik kabar, sepasang ibu dan anak kandung yang kedapatan warga tengah berhubungan intim, mendadak tak bisa lepas kedua (maaf,red) kelaminnya. 
Isu yang sudah merebak di seluruh masyarakat kota Bitung itu terjadi pada Senin (26/7) di Kelurahan Papusungan di Kecamatan Lembeh Selatan. Herannya, meski seluruh penjuru di Kota Bitung, baik di kompleks pasar, warung kopi, kantor pemerintahan, terminal, rumah sakit serta pelabuhan ikut membicarakan isu tersebut, namun aparat kepolisian dan wartawan yang melakukan investigasi belum berhasil menemukan kedua pelaku. Padahal, hampir semua rumah sakit dan puskesmas yang ada di kota Bitung sudah disisir. Seperti yang terpantau Koran ini, dua rumah sakit yang ada di kota Bitung yakni RSU Budi Mulia dan RSUD Manembo-nembo, para pasien dan dokter yang mendengar informasi itu, juga sudah dilanda penasaran menunggu kedatangan kedua pasien tersebut. “Torang ley ada tunggu kalo dorang pe keluarga mo bawa kamari,” ujar John, salah satu keluarga pasien yang berada di RSU Budi Mulia. John sendiri tidak membantah, bahwa isu tersebut sudah beredar di telinga seluruh penghuni RSU Budi Mulia. Seperti diutarakan Direktur RSUD Manembo-nembo dr Vonny Dumingan, menegaskan tim medisnya sudah disiagakan jika memang ada pasien tersebut, “Saya bersama dengan tim medis sudah siaga dan menunggu jika memang ada pasien yang alat kelaminnya tidak lepas saat melakukan hubungan badan, namun sampai saat ini tidak ada pasien tersebut,” tandas Dumingan. Apa tanggapan aparat Polres atas informasi itu? Kapolres Bitung AKBP Suseno Noerhandoko yang dikonfirmasi membantah informasi tersebut, “ Itu tidak benar, itu hanya isu, saya sudah mengerahkan seluruh personil saya ke rumah sakit dan puskesmas untuk mengecek apakah ada kasus tersebut, namun tidak ada, jadi itu hanya isu,” tukas mantan Kadensus 88 Polda Sulut. (711)


 
< Prev   Next >