Menu Content/Inhalt
Home
LANGKA DAN MAHAL PDF Print E-mail
Wednesday, 28 July 2010
Cabup/Cawabup Diduga ‘Simpan’ Bapok

POSKO, KOTAMOBAGU— Beragam anggapan yang bermunculan dari masyarakat di seluruh pelosok Bolaang Mongondow Raya, menanggapi kelangkaan dan merangkak naiknya harga beras, minyak tanah, serta Bahan Pokok (Bapok) lainnya di daerah itu.
Satu di antaranya, diduga sengaja disimpan oleh oknum-oknum calon bupati dan wakil bupati (Cabup/Cawabup) yang tengah bertarung di Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Bolmong Selatan dan Bolmong Timur.
Apa pasal? Setiap pertarungan politik, baik legislativ maupun perebutan kursi kepala daerah, aksi bagi-bagi bantuan termasuk Bapok, sudah membudaya bahkan menjadi senjata andalan untuk menarik simpati masyarakat agar bisa memilih mereka yang memberi.
Dari situlah, muncul dugaan ada di antara sekitar 4 pasang Cabup/Cawabup di Boltim dan 5 pasang di Bolsel, sengaja menyimpan alias menimbun Bapok, untuk digunakan menjelang hari H pelaksanaan Pemilukada, dibagi-bagi biar dianggap berjasa dan dermawan kepada masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dan masyarakat Bolmong Raya, H Salim Lanjar kepada POSKO membenarkan indikasi tersebut. Namun baginya, itu sudah menjadi budaya buruk yang menjadi tanggungjawab pihak-pihak yang mengawasi jalannya Pemilukada, baik pemerintah, kepolisian, KPUD, dan terutama Panitia Pengawan Pemilu (Panwaslu). ‘’Ini tidak bisa dibiarkan, terutama bagi Panwas, agar tidak lengah dan lebih tegas dalam melakukan pengawalan terkait pengawasan Pemilukada,” katanya.
Sekadar dlketahui, sebulan terakhir mulai terjadi kelangkaan dan kenaikan harga beras, gula pasir, serta minyak tanah, meski pada awalnya itu dianggap merupakan bagian dari hukum pasar yang berlaku, ketersediaan terbatas, permintaan ikut meningkat, hingga menyebabkan kenaikan harga. (708)


 
< Prev   Next >