Menu Content/Inhalt
Home
Alokasi KUR Dinilai Belum Tepat PDF Print E-mail
Wednesday, 28 July 2010
Pemerintah  Harus Berikan Jaminan 

POSKO,MANADO--- Keberpihakan pemerintah pada sektor pertanian masih minim. Padahal sektor ini sangat butuh pendanaan dari pemerintah melalui   lembaga perbankan.  Buktinya ada beberapa kredit yang intinya untuk membantu sektor  pertanian rupanya belum sepenuhnya di realisasikan .
Misalnya  Penyaluran Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR)  yang notabene program pemerintah justru dinilai belum maksimal. Pasalnya  hingga kini masih banyak petani yang belum bisa menikmati dana ini. Selain itu alasan perbankan  kalau dana ini banyak menimbulkan kredit bermasalah (Non Performing Loan)  menjadi asalan utama kenapa perbankan sangat hati-hati saat menyalurkan kredit ini. Data yang ada,  sebagian besar perbankan belum bisa menyalurkan dana ini dengan beberapa alasan tadi termasuk  terjadinya NPL.Menyikapi ini Ketua Himpunan Kelompok Tani  (HKTI) Dr Lucky Londong meminta pemerintah  untuk bisa memberikan jaminan   kepada perbankan apalagi untuk KUR yang plafonya Rp5 juta  tidak  butuh agunan. “ Memang ini tantangan besar bagi petani, tetapi pemerintah juga harus memberikan jaminan kepada pihak perbankan  untuk  menyalurkan kredit ini,” tambah Longdong . Dia menyarankan ketika akan memberikan kredit ini pemerintah  harus melakukan verifikasi dengan melibatkan  petugas penyuluh Lapangan dari dinas Pertanian karena mereka yang paling tahu  mana yang benar-benar petani dan mana yang petani’ berdasi’.  Dengan begitu petani yang mendapatkan kredit ini memang benar-benar petani bukan rentenir.  Sementara itu beberapa kelompok tani yang ada di Sulut termasuk di Bolmut mengeluhkan hingga kini pihaknya belum juga mendapatkan dana KUR padahal  mereka sangat membutuhkan dana ini untuk pengembangan usaha  perikanan  dan Pertanian yang sudah mereka geluti sejak lama. “ Kelompok  kami belum pernah mendapatkan  pinjamnan dari perbankan padahal kami sangat kekurangan dana  untuk mengembangkan usaha ,” tandas Arief  petani asal Bomut. Senada juga dikatakan Kasman dan beberapa  nelayan lainnya  seraya berharap  bisa mendapatakan bantuan dana apalagi ada usaha yang bisa  jadi jaminan di bank. (714)

 
< Prev   Next >