| Tewas Dibantai, Dua Tikaman Bersarang di Tubuh Karyawan City Mart |
|
|
|
| Monday, 26 July 2010 | |
|
-Ditemukan Depan Silo Semen Tonasa Bitung
-Polisi Belum Tahu Pelakunya POSKO, BITUNG— Warga Kelurahan Pateten I Kecamatan Bitung Timur, Minggu (25/7) sekitar pukul 05.30 Wita gempar. Seorang lelaki teridentifikasi Nurul Efendi (20) ditemukan tewas mengenaskan di depan Silo Semen Tonasa. Pria yang tercatat Kelurahan Bitung Barat Dua Lingkungan V Kecamatan Maesa diduga dibunuh menyusul ditemukannya dua tikaman di dada dan pinggang kiri. Kapolres Bitung AKBP Suseno Noerhandoko yang dikonfirmasi melalui Kabag Ops Polres Bitung Kompol Muhammad Zamroni membenarkan penemuan mayat tersebut. Menurut pamen ini, awalnya masyarakat melaporkan korban sudah jatuh terkapar di depan Silo. Ketika dilakukan penyelidikan, korban yang yang sehari-harinya sebagai karyawan City Mart ternyata korban pembantaian. Itu diketahui dari luka tikaman yang ditemukan bersarang di tubuh korban. Korban sendiri saat itu langsung dievakuasi ke RS Manembo-nembo untuk dilakukan otopsi. Senada dikatakan Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Semuel Kayangan. “Memang awalnya masyarakat lapor ada orang yang terkapar di jalan, dan begitu diselidiki ternyata korban meninggal karena dibunuh, itu setelah diketahui ada dua luka tikaman di tubuh korban,” tandasnya. Saat ini polisi masih melakukan pengembangan kasus tersebut, dan masih memeriksa sejumlah saksi antara lain teman korban serta istri korban. Sayang, polisi enggan membeberkan kedua saksi yang diperiksa itu. Hanya saja, saksi mengaku selama ini korban tidak ada masalah dengan siapapun. Bahkan ayah satu anak ini dikenal berperilaku baik dengan sesama teman sekerjanya begitu juga dalam kehidupan bertetangga. “Kami sedang menginterogasi teman korban dan istrinya,dan hingga saat ini belum diketahui siapa pelakunya, karena kasus ini masih dalam pengembangan,” tambahnya. Kini polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus ini, “Belum ada tersangka dalam kasus ini, dan kasus ini masih kabur, karena tidak ada saksi yang melihat pembunuhan tersebut,” pungkas Kayangan. (711) |
| < Prev | Next > |
|---|


